Rabu, 22 Februari 2012

Sekantong Permen

      Di suatu malam, seorang wanita duduk di bandara selama beberapa jam untuk menunggu pesawatnya. Dalam penantiannya, dia pergi untuk membeli buku dan sekantong permen guna menghabiskan waktunya.
      Tiba-tiba, ketika dia tengah asyik membaca, dia melihat ada seseorang gadis kecil yang duduk disampingnya, dan mengambil sebutir permen dari kantong permen yang diletakkan di antara keduanya.
      Pada mulanya, wanita itu memutuskan untuk mengacuhkannya. tetapi dia merasa gelisah ketika melihat bahwa gadis itu juga mengambil permen dari kantong permen itu. sebenarnya, saat itu wanita tersebut mulai marah kemudian berkata dalam dirinya sendiri, "Seandainya akubukan wanita terpelajar, pastiaku kan memarahi gadis kecil itu yang lancang ini sekarang juga." Demikianlah. Setiap kali wanita mengambil sebutir permen dari kantong itu. Keduanya saling mengirim isyarat tanda permusuhan dan heran. Kemudian, saat permen di kantong itu tinggal satu, si gadis kecil itu mengambilnya dan kemudian membaginya menjadi dua. Satu bagian dia berikan kepada wanita itu dan satu bagian lagi dia makan.
      Wanita ituu menerima potongan permen tersebut dengan cepat dan berpikir, "Alangkah tidak punya malu gadis kecil ini. Dia tidak punya tata krama, bahkan dia tidak berterima kasih kepadaku."Benerapa saat kemudian, wanita itu mendengar pengumuman bahwa waktu keberangkatan pesawat nya, tanpa menoleh kebelakang di mana gadis kecil pencuri permen nya itu duduk.
        Sesudah dia naik ke ke pesawat dan duduk dengan nyaman, dia ingin meletakkan buku nya yang hampir selesay ia baca ke dalam tas. di situ lah dia terperanjat karena dia mendapati kantong permen yang dia beli masih berada di dalam tas nya. dia mulay berfikir,"duhh,Tuhan,berarti kantong permen yang tadi adalah milik si gadis keil itu dan dia telah membagi nya bersama ku."Ketika dia telah paham,maka dia merasa malu karena justru dia lah wanita yang tidak tau malu,tidak punya tata krama,sekaligus seorang pencuri...

0 komentar:

Posting Komentar