Di suatu malam, seorang wanita duduk di bandara selama beberapa jam untuk menunggu pesawatnya. Dalam penantiannya, dia pergi untuk membeli buku dan sekantong permen guna menghabiskan waktunya.
Tiba-tiba, ketika dia tengah asyik membaca, dia melihat ada seseorang gadis kecil yang duduk disampingnya, dan mengambil sebutir permen dari kantong permen yang diletakkan di antara keduanya.
Pada mulanya, wanita itu memutuskan untuk mengacuhkannya. tetapi dia merasa gelisah ketika melihat bahwa gadis itu juga mengambil permen dari kantong permen itu. sebenarnya, saat itu wanita tersebut mulai marah kemudian berkata dalam dirinya sendiri, "Seandainya akubukan wanita terpelajar, pastiaku kan memarahi gadis kecil itu yang lancang ini sekarang juga." Demikianlah. Setiap kali wanita mengambil sebutir permen dari kantong itu. Keduanya saling mengirim isyarat tanda permusuhan dan heran. Kemudian, saat permen di kantong itu tinggal satu, si gadis kecil itu mengambilnya dan kemudian membaginya menjadi dua. Satu bagian dia berikan kepada wanita itu dan satu bagian lagi dia makan.
Wanita ituu menerima potongan permen tersebut dengan cepat dan berpikir, "Alangkah tidak punya malu gadis kecil ini. Dia tidak punya tata krama, bahkan dia tidak berterima kasih kepadaku."Benerapa saat kemudian, wanita itu mendengar pengumuman bahwa waktu keberangkatan pesawat nya, tanpa menoleh kebelakang di mana gadis kecil pencuri permen nya itu duduk.
Sesudah dia naik ke ke pesawat dan duduk dengan nyaman, dia ingin meletakkan buku nya yang hampir selesay ia baca ke dalam tas. di situ lah dia terperanjat karena dia mendapati kantong permen yang dia beli masih berada di dalam tas nya. dia mulay berfikir,"duhh,Tuhan,berarti kantong permen yang tadi adalah milik si gadis keil itu dan dia telah membagi nya bersama ku."Ketika dia telah paham,maka dia merasa malu karena justru dia lah wanita yang tidak tau malu,tidak punya tata krama,sekaligus seorang pencuri...
Rabu, 22 Februari 2012
Tanpamu
jiwa terasa sepi..
mungkin engkau..telah berhasil mencuri..
ya.. separuh jiwa ini telah kau curi..
kini.. tinggal aku sendiri..
berdiri tanpa jiwa..
hanya ada, sebongkah kayu balok disampingku..
yang mampu menemani tubuhku..
untuk menyangga sedikit beban di jiwa ini..
terasa sesak jiwa ini..
aku tak mengerti arah yang benar..
tugasku hanya menanti kau kembali,,
dengan di balut kesepian yang tak bertepi..
di jiwaku yang kosong ini..
tak ada kata lelah..menunggumu..
Rabu, 15 Februari 2012
Sekantong Paku
Suatu hari, ada seseorang anak cepat marah. Ayahnya memberinya sekantong paku dan memintanya untuk memasang satu paku ke pagar kayu tiap kali di dikuasai kemarahan.
Pada hari pertama, anaak itu menancapkan 10 paku di pagar itu. Tapi di minggu-minggu berikutnya, dia mampu menguasai dirinya, sehingga jumlah paku yang dia pasang ke pagar semakin berkurang hari demi hari. Hingga tibalah hari di mana dia tidak menancapkan satu paku pun.
Pada hari itu, anak itu memberi tahu ayahnya mengenai apa yang terjadi. Ayahnya merasa amat gembira. Kemudin sang ayah memintanya untuk mencabut satu paku yang telah dia pasang sebelumnya setiap kali dia mampu menguasai dirinya dari kemarahan.
Anak itu pun mulai mencabut paku-paku itu dan semakin bertambah dari hari demi hari, hingga dia berhasil mencabut semuanya. Ketika anak itu memberi tahu ayahnya tentang hal tersebut, maka dia sangat gembira dan menuntun tangan anak itu ke pagar kayu itu seraya berkata, "Sungguh mengagumkan apa yang telah kau lakukan, hau anakku." . Tapi perhatikanlah pagar itu dan lubang-lubang ini. Sesungguhnya pagar ini tidak akan kembali seperti semula selamanya. Setiap kali kau berbicara atau bertindak yang membangkitkan amarah dan membuat teman-temanmu terluka, kau seolah-olah memukulkan satu paku pada batin mereka. Perbuatan yang memalukan ini tidak akan terhapuskan walaupun oleh permintaan maaf. Ia akan tetap meninggalkan luka yang menganga seperti pada lubang-lubang yang ada di pagar itu.
Pada hari pertama, anaak itu menancapkan 10 paku di pagar itu. Tapi di minggu-minggu berikutnya, dia mampu menguasai dirinya, sehingga jumlah paku yang dia pasang ke pagar semakin berkurang hari demi hari. Hingga tibalah hari di mana dia tidak menancapkan satu paku pun.
Pada hari itu, anak itu memberi tahu ayahnya mengenai apa yang terjadi. Ayahnya merasa amat gembira. Kemudin sang ayah memintanya untuk mencabut satu paku yang telah dia pasang sebelumnya setiap kali dia mampu menguasai dirinya dari kemarahan.
Anak itu pun mulai mencabut paku-paku itu dan semakin bertambah dari hari demi hari, hingga dia berhasil mencabut semuanya. Ketika anak itu memberi tahu ayahnya tentang hal tersebut, maka dia sangat gembira dan menuntun tangan anak itu ke pagar kayu itu seraya berkata, "Sungguh mengagumkan apa yang telah kau lakukan, hau anakku." . Tapi perhatikanlah pagar itu dan lubang-lubang ini. Sesungguhnya pagar ini tidak akan kembali seperti semula selamanya. Setiap kali kau berbicara atau bertindak yang membangkitkan amarah dan membuat teman-temanmu terluka, kau seolah-olah memukulkan satu paku pada batin mereka. Perbuatan yang memalukan ini tidak akan terhapuskan walaupun oleh permintaan maaf. Ia akan tetap meninggalkan luka yang menganga seperti pada lubang-lubang yang ada di pagar itu.
Rabu, 08 Februari 2012
Sepuluh Sebab tidak terkabulnya Do'a
Diriwayatkan bahwa Ibrahim bin Adham lewat dipasar kota Basrah, banyak orang berkumpul mengelilinginya. Mereka berkata :Wahai Abu Ishaq mengapa do'a kami tidak dikabulkan?" Ia menjawab "karena hati kamu mati di sebabkan sepuluh perkara :
Pertama, Kamu mengetahui Alloh, akan tetapi kamu tidak melaksanakan Hak-Nya.
Kedua, kamu nyatakan bahwa kamu mencintai Rosululloh, akan tetapi kamu meninggalkan sunahnya.
ketiga, Kamu membaca Al-Qur'an, akan tetapi kamu tidak mengamalkannya.
keempat, Kamu makan nikmat Alloh, akan tetapi kamu tidak bersyukur.
kelima, Kamu katakan bahwa setan itu musuh kamu, tapi kamu tidak menentangnya.
keenan, Kamu katakan bahwa neraka itu benar, akan tetapi, kamu tidak lari darinya.
ketujuh, Kamu katakan bahwa surga itu ada, tapi kamu tidak berusaha untuk mendapatkannya.
kedelapan, Kamu katakan bahwa kematian itu benar, akan tetapi kamu tidak mempersiapkan diri untuknya.
kesembilan, Kamu baangun tidur, kamu sibuk dengan aib orang laindan kamu lupa dengan aib kamu.
kesepuluh, Kamu mengubur mayat, akan tetapi kamu tidak mengambil pelajaran darinya.
Ada diantara mereka mengucapkan makna ini dalam bentuk syair :
Kita memohon kepada Alloh dalam setiap kesulitan
Kemudian kita melupakannya, ketika kesulitan itu disingkirkan.
Bagaimana kita mengharapkan do'a akan terkabul
Kita telah menutup jalannya dengan doa-doa.
di nukil dari : Semua Ada Saatnya
Rabu, 01 Februari 2012
Itulah Alloh
seseorang berkata kepada Ja'far Ash-shadiq, "apa buktinya bahwa Alloh itu ada? jangan katakan kepadaku tantang Alam, ruang dan benda,"
Ja'far bertanya kepadanya," apakah engkau pernah naik perahu?"
Ia menjawab, "iya"
Ja'far bertanya kepadanya," apakah kamu pernah di terpa badai himgga kamu takut tenggelam?''
Ia menjawab. "ya"
Ja'far bertanya kepadanya, "apakah harapanmu terputus terhadap perahu dan para nelayan yang ada bersamamu?"
Ia menjawab ,"iya"
Ja'far bertanya kepadanya, "apakah engkau merasa bahwa disana ada yang menyelamatkanmu?"
Ia menjawab "iya"
Ja'far Ash-shadiq berkata , "itulah Alloh"
di nukil dari : Semua ada saatnya
Ja'far bertanya kepadanya," apakah engkau pernah naik perahu?"
Ia menjawab, "iya"
Ja'far bertanya kepadanya," apakah kamu pernah di terpa badai himgga kamu takut tenggelam?''
Ia menjawab. "ya"
Ja'far bertanya kepadanya, "apakah harapanmu terputus terhadap perahu dan para nelayan yang ada bersamamu?"
Ia menjawab ,"iya"
Ja'far bertanya kepadanya, "apakah engkau merasa bahwa disana ada yang menyelamatkanmu?"
Ia menjawab "iya"
Ja'far Ash-shadiq berkata , "itulah Alloh"
di nukil dari : Semua ada saatnya
Kamis, 01 Desember 2011
EPAL
Wanita ibarat epal
Epal yang tak berkualiti amat mudah di pengaruhi
Tapi epal yang tak mampu di beli
Berada di pucuk
Susah di petik dan di gapai
Terkadang ia, risau
Kenapa tiada yang memetik.nya
Lantas merendahkan diri,nya
dengan menggugurkan diri
menyembah tanah sdngkn
Alloh telah menjadikan
Martabat.nya tinggi dan
Hanya lelaki yang benar benar
hebat yg mampu memilikinya...









